Mungkin Anda sudah familiar dengan balapan di jarak dekat, alias sprint dalam bahasa Inggris. Masih belum terbiasa dengan kategori atletik ini? Ada apa dengan Usain Bolt? Ya, Usain Bolt adalah pembalap kecepatan veteran yang memegang gelar pria tercepat di dunia. Rekaman sprint 100 meter Usain Bolt yang tercatat hanya butuh waktu 9:58 detik.
Seperti namanya, jarak pelacakan yang digunakan sangat pendek, yaitu 100 sampai 200 meter. Dengan jarak yang begitu dekat, nampaknya mudah dilakukan, bukan? Tapi tidak selalu demikian. Anda harus benar-benar fit untuk sampai ke garis finis. Nah, jika Anda ingin berlari secepat kilat Bolt, pertimbangkan tips lari jarak pendek ini.
Pastikan Anda memiliki postur tubuh yang sempurna untuk menjalankan jarak pendek terbaik
Postur tubuh yang baik dan berjalan yang benar dapat meningkatkan kecepatan lari di lintasan. Postur tubuh yang salah atau posisi yang salah dapat meningkatkan waktu eksekusi Anda. Tidak hanya itu, postur tubuh yang sempurna bisa mengurangi risiko cedera. Dengarkan jarak dekat dengan pelatih Nick Anderson, yang dikutip dari Runners World berikut.
Bahu dan kepala
Jaga bahu Anda kendur dan rileks. Kepala sejajar dengan garis lurus dengan ekstremitas di bawah ini. Jaga agar bahu lurus dan hindari rotasi di bahu.
Pinggang
Bayangkan saja tubuh Anda diangkat dengan tali di kepala Anda. Hal ini membuat berat badan di pinggang terasa enak. Kencangkan otot perut untuk mendapatkan postur tubuh yang benar.
Lutut
Dorong lutut ke depan dan angkat ke atas. Ini akan menghasilkan lebih banyak kekuatan dan mendorong berbagai langkah yang lebih besar.
Kaki
Pada saat telapak kaki menyentuh lintasan, angkat jari-jari kaki ke arah tulang kering, sampai kaki Anda berada dalam posisi horizontal. Pastikan untuk menempatkan kaki Anda di tengah dan posisi di bawah tubuh, bukan di bagian depan bodi.
Tumit
Setelah menyentuh tanah, pastikan tumit Anda membentuk gerakan melingkar penuh ke arah bokong, tapi jangan sampai menyentuh. Jangan gerakkan tumit Anda langsung sebelum Anda hampir menyentuh bokongnya. Ini akan membuat tolakan lebih kuat.
Bentuk pelatihan untuk mendukung kinerja jangka pendek
Ada beberapa jenis latihan yang bisa meningkatkan performa lari jarak dekat Anda. Berikut adalah beberapa hal yang disarankan oleh Jenny Hadfield, seorang pelatih olahraga Chicago.
Pertama, panaskan dengan benar. Hal ini penting karena semakin Anda memaksa tubuh untuk berlari lebih cepat, semakin besar pula risiko cedera pada otot. Anda bisa berjalan dan berlari sejauh 5 sampai 10 menit sebelum berlari jarak pendek.
Untuk pemanasan, Anda bisa berlatih melakukan latihan dengan lutut tinggi, atau menggerakkan lutut pada gilirannya, atau Anda biasa mendengarkan dengan cara di tempat. Selain itu, Anda bisa menendang pantat. Mirip dengan pergerakan jalan di tempatnya, tapi hanya bagian yang bergerak dari lutut ke bawah dan tumit menyentuh pantat. Melompati atau melompati tali juga bisa dilakukan.
Kemudian Anda bisa melakukan latihan gabungan antara berjalan, jogging, berlari dan berlari kencang. Mulailah berjalan dan tingkatkan kecepatan Anda setiap 10 detik sampai Anda mencapai kecepatan penuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar